senja
Dikala senja aku selalu mengintif dibalik tirai jendela,
Membuat aku gelisah dan bertanya,
Aku selalu mencari-cari alasan hanya untuk mendengar suaramu,
Setiap detik ku genggam erat tak pernah aku lepas menuggu balasan darimu,Terkikis oleh waktu, tiada tempat lagi untuk mencari,Kusiingsingkan lengan baju berusaha untuk berani,Tapi kenapa??Kau selalu tak peka denganku,Entah caraku yang salah ataukah dia yang hanya terdiam membisu,Dalam lingkaran-lingkaran dinding yang seakan memenjarakanku,Dan cicitan-cicitan tikus yang seolah menertawakanku,Dibawah tetesan hujan yang membasahi ruang kecilku tempat aku terdiam,Kutempelkan lengan kaku tak berdaging dikepalaku,Yang seolah mengajak aku berfikir,Bagaimana cara pesanku tersampai dengan indah.....
Ahh... Masa bodoh...
Bagaimanapun caranya yang penting pesanku bisa tersampai,,
Masa bodoh dia mau menganggapku apa dan seperti apa,,
Yang penting kini hanyalah aku sedikit temukan cahaya dalam kegelapan dinding yang memenjarakanku,
Setelah pesanku tersampai,
Karena kita hanyalah murid kehidupan dan pengalaman adalah qurikulumnya,,
Biarkan akau sedikit tersenyum bila kutemui wajahmu dalam tidur dan fikirku,,
Biarkan orang menganggapku gila, karena aku memang benar-benar gila,
Gila bukan karena. Harta,
Tapi gila karenamu,,
Hadi nurul hadi 18 november 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar