Salam
kasih dan sayang kepada sang pemilik sayang…
Kususuri
lautan luas tanpa alas, kutapaki jalan samudra kehidupan dengan eloknya,
Kulihat sang surya menyinari buminya dikala senja,
Kulihat sang surya menyinari buminya dikala senja,
Aku tak
tahu harus mulai dari mana,
Betapa sulit Lidah berkata apa yang kali ini dirasa,
Kulalui hari-hari ini dengan belenggu kepedihan,
namun, Meski aku tak Tahu, aku yakin jiwa ini tersimpuh malu jika lidah ini mengucapnya.
Betapa sulit Lidah berkata apa yang kali ini dirasa,
Kulalui hari-hari ini dengan belenggu kepedihan,
namun, Meski aku tak Tahu, aku yakin jiwa ini tersimpuh malu jika lidah ini mengucapnya.
Tuhan,
jiwa ini Sudah tak kerasan menahan rasa yang terus meronta-ronta,
Meronta ingin memuntahkan apa yang sejak dulu ingin di ucap,
Tuhan, lewat kertas putih dalam goresan tinta ini,
ijinkanah lidah ini mengucap rasa dan mengetuk hati,
Bahwa aku CINTA dan Sayang kepada Makhluk Ciptaan-Mu,
Namun tidak mengalahkan rasa sayangku kepada-Mu.
Meronta ingin memuntahkan apa yang sejak dulu ingin di ucap,
Tuhan, lewat kertas putih dalam goresan tinta ini,
ijinkanah lidah ini mengucap rasa dan mengetuk hati,
Bahwa aku CINTA dan Sayang kepada Makhluk Ciptaan-Mu,
Namun tidak mengalahkan rasa sayangku kepada-Mu.
Ku tahu
Bahwa Cinta bisa merubah apapun,
Karena Cinta memiliki kekuatan besar yang mungkin semua orang menyadarinya,
Kekuatan Cinta mampu merubah Diri dan bahkan dunia,
Karena Cinta memiliki kekuatan besar yang mungkin semua orang menyadarinya,
Kekuatan Cinta mampu merubah Diri dan bahkan dunia,
Dalam
lautan asmara yang Tumpah membasahi seluruh Jiwa,
Aku berterimakasih pada Tuhan yang telah menciptakan Cinta dan,
telah menciptakan makhluk yang telah menyihir jiwa ini akan keelokan parasnya,
Meski mungkin jauh dari harapan karena perbedaan,
Tuhan akan tahu apa yang terbaik bagiku,
Tapi, tak apalah setelah jiwa ini mengucap Cukup bagiku untuk tersenyum bahagia bersimpuh malu…
Aku berterimakasih pada Tuhan yang telah menciptakan Cinta dan,
telah menciptakan makhluk yang telah menyihir jiwa ini akan keelokan parasnya,
Meski mungkin jauh dari harapan karena perbedaan,
Tuhan akan tahu apa yang terbaik bagiku,
Tapi, tak apalah setelah jiwa ini mengucap Cukup bagiku untuk tersenyum bahagia bersimpuh malu…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar